Bicara
mengenai Rumah Sakit memang menjengkelkan. Sakit saja menjengkelkan apa lagi
ditambah saat kita sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Lebih menjengkelkan
lagi apabila rumah sakit dimana kita dirawat memberikan pelayanan yang tidak
memuaskan bahkan sangat buruk. Banyak keluhan dan suara-suara dari masyarakat
mengenai pelayanan dari Rumah Sakit Umum dibandingkan dengan Rumah Sakit
Swasta. Ya, masyarakat bolehlah mengeluh dan meminta pertanggung jawaban dari
pemerintah untuk memperbaiki kualitas pelayanan Rumah Sakit yang dibiayai
dengan uang rakyat tersebut.
Memang
“njomplang” sekali pelayanan yang diberikan salah satu Rumah Sakit Daerah di
Jawa Tengah dibandingkan dengan Rumah Sakit Swasta setempat. Memang dalam segi
biaya Rumah Sakit Swasta relatif lebih mahal, tetapi pelayanan yang diberikan
RSUD tersebut harusnya bisa lebih baik mengingat tujuan dari RSUD adalah untuk
membantu dan memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk masyarakat. Saya
pernah berkunjung ke sana saat itu mengantar paman saya untuk operasi polip.
Berhubung paman saya adalah pegawai negeri sipil maka beliau menggunakan Askes
agar mendapat potongan biaya. Saya lihat di antrian pendaftaran begitu banyak
yang mengantre untuk pendaftaran dengan Askes. Ya di Indonesia memang Askes
maupun Askeskin begitu dibutuhkan oleh sebagian besar penduduk kita. Program
pemerintah ini begitu di apresiasi oleh masyarakat, harusnya pelayanan untuk
masyarakat juga harus diperhatikan oleh pemerintah. Tetapi justru pelayanan
untuk mereka malah dibedakan dengan yang tidak menggunakan Askes. Tidak tahu
apakah ini yang disebut “Ada uang Anda disayang, tak ada uang Anda ditendang”.
Saya sering mendengar dari keluarga, teman, dan tetangga mengenai pelayanan
yang kurang baik dari Rumah Sakit. Padahal di Amerika malah yang menggunakan
Askes yang mendapatkan pelayanan yang lebih baik, sebab identitas mereka telah
jelas dibandingkan dengan yang tidak menggunakan Askes. Apabila pasien tidak
bisa menunjukkan kartu Askes maka pasien tersebut tidak akan dialayani sebelum
identitas dirinya dan keluarganya jelas. Sungguh sangat berbeda sekali dengan
di negara kita.
Kembali
lagi mengenai saya berkunjung ke rumah sakit tersebut, setelah pendaftaran
selesai saya dan paman saya menuju Poliklinik Umum. Lebih kaget lagi ternyata
lebih banyak antrean di sana. Jam telah menunjukan pukul 09.00 WIB. Tetapi
dokter poliklinik umum tersebut khususnya bagian THT belum datang. Yang
seharusnya harus sudah di sana jam 09.00 WIB menurut jadwal praktik di rumah
sakit tersebut. Tetapi setelah menunggu cukup lama, jam 10.30 dokter tersebut
baru datang. Bisa dibayangkan pasien yang saat itu sedang butuh pertolongan
harus menderita lebih lama karena menunggu dokter yang integritasnya perlu
dipertanyakan ini. Salah seorang yang duduk di sebelah mengetakan bahwa tidak
hanya sekali dokter tersebut datang melebihi jadwal. Bapak itu bilang bahwa
dokter tersebut pagi memang melayani praktik di rumahnya sendiri di pagi hari.
Tetapi waktu yang dipakai untuk melayani pasien di rumahnya adalah waktu yang
seharusnya dia melayani pasien di rumah sakit.
Hal ini
telah terjadi berulang kali menurut pasien-pasien yang sering datang ke sana.
Harusnya pihak rumah sakit menegur bahkan memberi surat peringatan kepada
dokter yang diketahui merupakan pegawai negeri. Apakah seperti itu pelayanan
publik di negara kita? Ya, inilah negara kita, negara Republik Indonesia.
Begitu banyak kejanggalan di sana-sini. Tidak berarti semua masalah adalah
kesalahan pemerintah. Mungkin dari pihak masyarakat dan pelaksana kegiatan juga
melakukan kesalahan. Sehingga perlu adanya teamwork
yang baik dari masyarakat dan pemerintah, serta wakil-wakil rakyat yang ada di
“gedung miring”.
Indonesia...Ya
inilah negara kita. Negara yang selalu berusaha untuk menjadi lebih baik,
tentunya dengan usaha dan doa kita semua.