Rabu, 05 Januari 2011

Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah vs Pelayanan Rumah Sakit Swasta



                Bicara mengenai Rumah Sakit memang menjengkelkan. Sakit saja menjengkelkan apa lagi ditambah saat kita sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Lebih menjengkelkan lagi apabila rumah sakit dimana kita dirawat memberikan pelayanan yang tidak memuaskan bahkan sangat buruk. Banyak keluhan dan suara-suara dari masyarakat mengenai pelayanan dari Rumah Sakit Umum dibandingkan dengan Rumah Sakit Swasta. Ya, masyarakat bolehlah mengeluh dan meminta pertanggung jawaban dari pemerintah untuk memperbaiki kualitas pelayanan Rumah Sakit yang dibiayai dengan uang rakyat tersebut.
                Memang “njomplang” sekali pelayanan yang diberikan salah satu Rumah Sakit Daerah di Jawa Tengah dibandingkan dengan Rumah Sakit Swasta setempat. Memang dalam segi biaya Rumah Sakit Swasta relatif lebih mahal, tetapi pelayanan yang diberikan RSUD tersebut harusnya bisa lebih baik mengingat tujuan dari RSUD adalah untuk membantu dan memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk masyarakat. Saya pernah berkunjung ke sana saat itu mengantar paman saya untuk operasi polip. Berhubung paman saya adalah pegawai negeri sipil maka beliau menggunakan Askes agar mendapat potongan biaya. Saya lihat di antrian pendaftaran begitu banyak yang mengantre untuk pendaftaran dengan Askes. Ya di Indonesia memang Askes maupun Askeskin begitu dibutuhkan oleh sebagian besar penduduk kita. Program pemerintah ini begitu di apresiasi oleh masyarakat, harusnya pelayanan untuk masyarakat juga harus diperhatikan oleh pemerintah. Tetapi justru pelayanan untuk mereka malah dibedakan dengan yang tidak menggunakan Askes. Tidak tahu apakah ini yang disebut “Ada uang Anda disayang, tak ada uang Anda ditendang”. Saya sering mendengar dari keluarga, teman, dan tetangga mengenai pelayanan yang kurang baik dari Rumah Sakit. Padahal di Amerika malah yang menggunakan Askes yang mendapatkan pelayanan yang lebih baik, sebab identitas mereka telah jelas dibandingkan dengan yang tidak menggunakan Askes. Apabila pasien tidak bisa menunjukkan kartu Askes maka pasien tersebut tidak akan dialayani sebelum identitas dirinya dan keluarganya jelas. Sungguh sangat berbeda sekali dengan di negara kita.
Kembali lagi mengenai saya berkunjung ke rumah sakit tersebut, setelah pendaftaran selesai saya dan paman saya menuju Poliklinik Umum. Lebih kaget lagi ternyata lebih banyak antrean di sana. Jam telah menunjukan pukul 09.00 WIB. Tetapi dokter poliklinik umum tersebut khususnya bagian THT belum datang. Yang seharusnya harus sudah di sana jam 09.00 WIB menurut jadwal praktik di rumah sakit tersebut. Tetapi setelah menunggu cukup lama, jam 10.30 dokter tersebut baru datang. Bisa dibayangkan pasien yang saat itu sedang butuh pertolongan harus menderita lebih lama karena menunggu dokter yang integritasnya perlu dipertanyakan ini. Salah seorang yang duduk di sebelah mengetakan bahwa tidak hanya sekali dokter tersebut datang melebihi jadwal. Bapak itu bilang bahwa dokter tersebut pagi memang melayani praktik di rumahnya sendiri di pagi hari. Tetapi waktu yang dipakai untuk melayani pasien di rumahnya adalah waktu yang seharusnya dia melayani pasien di rumah sakit.
Hal ini telah terjadi berulang kali menurut pasien-pasien yang sering datang ke sana. Harusnya pihak rumah sakit menegur bahkan memberi surat peringatan kepada dokter yang diketahui merupakan pegawai negeri. Apakah seperti itu pelayanan publik di negara kita? Ya, inilah negara kita, negara Republik Indonesia. Begitu banyak kejanggalan di sana-sini. Tidak berarti semua masalah adalah kesalahan pemerintah. Mungkin dari pihak masyarakat dan pelaksana kegiatan juga melakukan kesalahan. Sehingga perlu adanya teamwork yang baik dari masyarakat dan pemerintah, serta wakil-wakil rakyat yang ada di “gedung miring”.
Indonesia...Ya inilah negara kita. Negara yang selalu berusaha untuk menjadi lebih baik, tentunya dengan usaha dan doa kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar